Tampilkan postingan dengan label NETWORK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NETWORK. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Mei 2013

Router Nirkabel dari D-Link dengan Gigabit Ethernet & USB 3.0



detail berita
D-Link
JAKARTA - D-Link International Pte Ltd, salah satu penyuplai produk jaringan meluncurkan DIR-868L, Router Wireless AC1750 Dual-Band Gigabit yang dilengkapi dengan USB 3.0. Produk yang didesain ramping ini memudahkan pengguna untuk mengatur serta mengawasi koneksi jaringan menggunakan teknologi nirkabel.

Melalui siaran pers yang diterima Okezone, Kamis (2/5/2013), perangkat ini mendukung software mydlink Cloud dan juga bisa bekerja dengan aplikasi D-Link SharePort Mobile, sehingga pengguna bisa mengakses file dengan mudah. Teknologi nirkabel dual-band 802.11ac dengan bandwidth lebar, memungkinkan Anda membuat jaringan rumah atau kantor yang cepat dibanding standar Wireless N. Selain itu, perangkat mampu menghubungkan seluruh komputer serta perangkat mobile ke jaringan Internet broadband.

Pengguna bisa menikmati streaming video HD, melakukan panggilan via Internet dan sekaligus berselancar di Internet dari sudut manapun di rumah tanpa ada gangguan. Portal Gigabit Ethernet yang disediakan mampu melayani empat koneksi ke PC atau perangkat jaringan lainnya. Tidak hanya itu, DIR-868L didesain dalam wujud yang ramping, eksterior berwarna hitam yang memberinya kesan cantik serta rapi bila ditempatkan di meja kerja ataupun sudut rumah.

Router Wireless AC1750 Dual-Band Gigabit ini dilengkapi dengan mydlink Cloud, sehingga melalui aplikasi mydlink Lite atau mydlink web portal, pengguna bisa mengakses layanan Cloud untuk melihat siapa saja yang sedang terhubung ke router. Kemudian, Anda juga bisa mengubah pengaturan jaringan atau memblok pengguna yang tidak dikenal, cukup lewat sebuah PC, iPhone, iPad atau Android.
Sebagai contoh, orang tua bisa memonitor apa yang sedang dilakukan oleh anak-anaknya di Internet dan itu bisa dilakukan di luar rumah. Apabila terjadi usaha pembobolan jaringan atau ada update yang penting, pengguna akan diberitahu melalui pesan peringatan secara otomatis.

Aplikasi SharePort Mobile memungkinkan pengguna untuk menghubungkan perangkat penyimpanan USB ke DIR-868L dan berbagi dokumen, film, gambar dan musik dengan perangkat mobile. Contohnya, Anda bisa memuat seluruh pustaka lagu ke USB flash drive dan membaginya ke seluruh anggota keluarga di rumah untuk dinikmati bersama.

Router DIR-868L menggunakan teknologi Wireless AC, yang bisa memberi kecepatan transfer hingga 1.75Gbps (1300AC+450N). Router ini bekerja pada sinyal nirkabel 2.4 GHz dan 5 GHz serta mengusung teknologi dual-band dan enam antena internal. Hal ini akan memisahkan aktivitas pengguna, di mana sinyal 2.4 GHz untuk membuka situs web, chat dan e-mail, sedangkan sinyal 5 GHz dimanfaatkan untuk streaming media digital, bermain game online, atau percakapan telepon via Internet.

Antena yang terdapat dalam DIR-868L dan penguat sinyalnya ditempatkan sedemikian rupa di dalam perangkat. Sehingga, sinya mampu mencapai sudut terjauh dalam rumah pengguna. Antena yang banyak jumlahnya ini juga meningkatkan penerimaan sinyal nirkabel dengan pengaturan posisi antena sesuai kebutuhan untuk mendapat kinerja yang paling baik. DIR-868L Router Wireless AC1750 dengan USB 3.0 ini sudah tersedia dalam kuartal kedua 2013 di mitra penjual dan distribusi terdekat. (fmh)

Rabu, 30 Januari 2013

Istilah Pada Web Hosting


Kapasitas disk - ini adalah jumlah ruang yang tersedia untuk menyimpan halaman website Anda, fi le gambar, e-mail, flash atau file multimedia, dan resource lainnya yang dibutuhkan website Anda.

Bandwidth/Transfer Data - ini adalah jumlah maksimum transfer data pada setiap account. Semakin banyak pengunjung yang Anda miliki, semakin besar transfer data yang diperlukan untuk memuat halaman
web dengan cepat, dan menampilkan semua fi le yang terkait. Transfer data biasanya dalam satuan gigabytes (GB), yaitu miliaran bytes, dan diberikan bulanan. Sebagai contoh, jika pengunjung rata-rata melihat 3 halaman HTML yang masing-masing berukuran 20 KB (ribuan bytes) dengan 8 gambar yang masing-masing berukuran 10 KB, dan mendapatkan 500 pengunjung per hari, maka Anda akan membutuhkan setidaknya (3 * 20 + 8 * 10) * 500 * 30 = 2.100.000 KB = 2,1 GB per bulan. Jika provider web hosting membatasi transfer data setiap bulannya, maka setelah batas tersebut tercapai, Anda akan dikenai biaya ekstra untuk transfer data tambahan yang seringkali harganya tidak murah.

CPU (Central Processing Unit atau Processor) - ini adalah ”otak” dari server web hosting yang memproses permintaan transfer data dan fi le ke browser pengunjung Anda. Shared hosting memiliki tenaga CPU paling sedikit, dan akan memproses halaman web lebih lambat dari virtual server. Virtual server akan lebih lambat dari dedicated server, yang bisa memiliki beberapa CPU.

Memory/RAM (Random Access Memory)- memory adalah kemampuan web server untuk menyimpan data dan mendukung pengaksesan data oleh pengguna. Di sinilah sistem menyimpan aplikasi dan data yang
sedang digunakan. Semakin tinggi memory, semakin banyak program dijalankan pada saat yang sama, dan semakin banyak pengunjung yang ditangani. Support - Anda mungkin berpikir bahwa setiap provider web hosting menawarkan support gratis, tapi ada banyak provider yang mengenakan biaya tambahan untuk
support, atau hanya menawarkan support lewat e-mail yang gratis, sedangkan support lewat telepon dikenakan biaya. Provider web hosting yang bonafi de akan memberikan support 24 x 7.

Alamat IP - alamat IP adalah alamat numerik untuk mengidentifi kasi perangkat pada jaringan atau Internet. Alamat IP statis atau dedicated pada situasi tertentu lebih menguntungkan. Jika ingin menambahkan e-commerce ke website, Anda akan membutuhkan sebuah alamat IP statis, jika ingin memiliki sertifi kat SSL
pribadi untuk memproses kartu kredit. Jika hendak mengubah web server, Anda bisa mengarahkan pengguna ke alamat IP statis daripada menunggu nama domain yang baru. Banyak provider web hosting
menggunakan alamat IP shared atau dinamis untuk semua website di server. Jika salah satu dari website tersebut diblokir oleh search engine atau daftar spam, website Anda akan terpengaruh dan dimasukkan sebagai salah satu pelaku.

SLA (Service Level Agreement) – SLA adalah jaminan ketersediaan, uptime, dan performa untuk website Anda. Jaminan uptime memberikan kompensasi jika uptime layanan tidak memenuhi standar persentase waktu yang tersedia dalam jangka waktu tertentu (biasanya per bulan). Umumnya, provider web hosting memberikan jaminan uptime 99,9%.

Shared Hosting - menggunakan satu server web hosting untuk website beberapa pelanggan. CPU, memory, dan resource server lainnya digunakan bersama oleh setiap website.

Virtual Hosting - menggunakan satu server web hosting untuk website beberapa pelanggan, tetapi dengan teknologi virtualisasi untuk membuat resource ”pribadi” yang terpisah untuk masingmasing website.

Dedicated Server - menggunakan satu server web hosting untuk website satu pelanggan. CPU, memory, dan resource server lainnya hanya digunakan oleh pelanggan itu sendiri.

sumber : PC Media

Kamis, 08 Desember 2011

PENGERTIAN PROTOKOL OSI LAYER DAN TCP/IP

1. Pengertian Protokol
Sebelum membahas lebih jauh tentang pengertian dari masing-masing layer dalam protokol, alangkah baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa itu protokol dalam sebuah Jaringan Komputer ? Protokol adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur atau mengijinkan terjadinya hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer. Protokol dapat diterapkan pada perangkat keras, perangkat lunak atau kombinasi dari keduanya. Pada tingkatan yang terendah, protokol mendefinisikan koneksi perangkat keras. Prinsip dalam membuat protokol ada tiga hal yang harus dipertimbangkan, yaitu efektivitas, kehandalan, dan Kemampuan dalam kondisi gagal di network. Protokol distandarisasi oleh beberapa organisasi yaitu IETF, ETSI, ITU, dan ANSI. Tugas yang biasanya dilakukan oleh sebuah protokol dalam sebuah jaringan diantaranya adalah :
  • Melakukan deteksi adanya koneksi fisik atau ada tidaknya komputer / mesin lainnya.
  • Melakukan metode “jabat-tangan” (handshaking).
  • Negosiasi berbagai macam karakteristik hubungan.
  • Bagaimana mengawali dan mengakhiri suatu pesan.
  • Bagaimana format pesan yang digunakan.
  • Yang harus dilakukan saat terjadi kerusakan pesan atau pesan yang tidak sempurna.
  • Mendeteksi rugi-rugi pada hubungan jaringan dan langkah-langkah yang dilakukan selanjutnya.
  • Mengakhiri suatu koneksi.
2. Pengertian Model Osi Layer
Pengertian model OSI (Open System Interconnection) adalah suatu model konseptual yang terdiri atas tujuh layer, yang masing-masing layer tersebut mempunyai fungsi yang berbeda. OSI dikembangkan oleh badan Internasional yaitu ISO (International Organization for Standardization) pada tahun 1977. Model ini juga dikenal dengan model tujuh lapis OSI (OSI seven layer model). Berikut dibawah ini merupakan gambar dari model OSI 7 Layer
Definisi masing-masing Layer pada model OSI
7. Application adalah Layer paling tinggi dari model OSI,  seluruh layer dibawahnya bekerja untuk layer ini, tugas dari application layer adalah Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, NFS.
6. Presentation berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layanan Workstation (dalam windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual network komputing (VNC) atau Remote Dekstop Protokol (RDP).
5. Session Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama.
4. Transport Berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadap paket-paket yang hilang di tengah jalan.
3. Network Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuatheader untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melaluiinternetworking dengan menggunakan router dan switch layer3.
2. Data Link Befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater, dan switch layer2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC).
1. Physical adalah Layer paling bawah dalam model OSI. Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.
3. Cara Kerja Model OSI
Cara Kerja : Pembentukan paket dimulai dari layer teratas model OSI. Aplication layer megirimkan data ke presentation layer, di presentation layer data ditambahkan header dan atau tailer kemudian dikirim ke layer dibawahnya, pada layer dibawahnya pun demikian, data ditambahkan header dan atau tailer kemudian dikirimkan ke layer dibawahnya lagi, terus demikian sampai ke physical layer. Di physical layer data dikirimkan melalui media transmisi ke host tujuan. Di host tujuan paket data mengalir dengan arah sebaliknya, dari layer paling bawah kelayer paling atas. Protokol pada physical layer di host tujuan mengambil paket data dari media transmisi kemudian mengirimkannya ke data link layer, data link layer memeriksa data-link layer header yang ditambahkan host pengirim pada paket, jika host bukan yang dituju oleh paket tersebut maka paket itu akan di buang, tetapi jika host adalah yang dituju oleh paket tersebut maka paket akan dikirimkan ke network layer, proses ini terus berlanjut sampai ke application layer di host tujuan. Proses pengiriman paket dari layer ke layer ini disebut dengan “peer-layer communication”.
3. Pengertian TCP/IP
TCP/IP (Transmission Control Protokol / Internet Protokol ) adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet. Protokol TCP/IP dikembangkan pada akhir dekade 1970-an hingga awal 1980-an sebagai sebuah protokol standar untuk menghubungkan komputer-komputer dan jaringan untuk membentuk sebuah jaringan yang luas (WAN). TCP/IP merupakan sebuah standar jaringan terbuka yang bersifat independen terhadap mekanisme transport jaringan fisik yang digunakan, sehingga dapat digunakan di mana saja.
4. Definisi Masing-masing Layer pada model TCP/IP
4Application merupakan Layer paling atas pada model TCP/IP, yang bertanggung jawab untuk menyediakan akses kepada aplikasi terhadap layanan jaringan TCP/IP. Protokol ini mencakup protokol Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP), Domain Name System (DNS), Hypertext Transfer Protocol (HTTP), File Transfer Protocol (FTP), Telnet, Simple Mail Transfer Protocol (SMTP), Simple Network Management Protocol (SNMP), dan masih banyak protokol lainnya. Dalam beberapa implementasi Stack Protocol, seperti halnya Microsoft TCP/IP, protokol-protokol lapisan aplikasi berinteraksi dengan menggunakan antarmuka Windows Sockets (Winsock) atau NetBios over TCP/IP (NetBT).
3. Transport berguna untuk membuat komunikasi menggunakan sesi koneksi yang bersifat connection-oriented atau broadcast yang bersifatconnectionless. Protokol dalam lapisan ini adalah Transmission Control Protocol (TCP) dan User Diagram Protocol (UDP).
2. Internet berfungsi untuk melakukan pemetaan (routing) dan enkapsulasi paket-paket data jaringan menjadi paket-paket IP. Protokol yang bekerja dalam lapisan ini adalah Internet Protocol (IP), Address Resolution Protocol (ARP),Internet control Message Protocol (ICMP), dan Internet Group Management Protocol (IGMP).
1. Network Interface berfungsi untuk meletakkan frame – frame jaringan di atas media jaringan yang digunakan. TCP/IP dapat bekerja dengan banyak teknologi transport, mulai dari teknologi transport dalam LAN (seperti halnya Ethernet dan Token Ring), Man dan Wan (seperti halnya dial-up model yang berjalan di atas Public Switched Telephone Network (PSTN), Integrated Services Digital Network (ISDN), serta Asynchronous Transfer Mode (ATM).

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More